Hubungan Depresi dengan Asam Lambung

Hubungan Depresi dengan Asam Lambung, Mungkin Anda bertanya bagaimana bisa depresi meningkatkan asam lambung?, Berikut penjelasannya!.

Hubungan Depresi dengan Asam LambungHubungan Depresi dengan Asam Lambung, Sebanyak 80 persen sakit maag yang terjadi di Indonesia merupakan jenis sakit maag fungsional. Dimana maag jenis ini terjadi bukan akibat adanya gangguan saluran pencernaan, melainkan karena sebab lain seperti stres berat(depresi), kurang tidur, beban pekerjaan dan makan tidak teratur. Sakit Maag Fungsional inilah yang masuk kategori Penyakit Psikosomatik yaitu Gangguan psikis yang menyebabkan gangguan pada soma/tubuh seseorang.

Hubungan Depresi dengan Asam Lambung

Gangguan psikis (ansietas/depresi) dipercaya dapat meningkatkan asam lambung. Interaksifaktor psikis dengan gangguan saluran cerna diyakini melalui mekanisme brain – gut – axis.

Jalur tersebut secara langsung atau tidak langsung , terpisah atau bersamaan dapat mempengaruhi saluran cerna, mempengaruhi sekresi, motilitas, lambung, vaskularisasi dan menurunkan ambang rasa nyeri.

Gangguan sekresi pada lambung dapat terjadi karena gangguan jalur endokrin melaluiporos hipotalamus – pituitary – adrenal ( HPA axis). Pada keadaan ini terjadi peningkatankortisol dari korteks adrenal.

Penderita asam lambung dengan gangguan depresi lebih sering mengalami peningkatan kortisol. Sekresikortisol terjadi karena adanya respon terhadap stressor akut. Apabila stressor tersebut berlangsung kronik terjadi pelepasan Corticotropin Releasing Hormone (CRH) dari hipotalamussecara terus menerus. Apabila peningkatan kadar kortisol berlangsung lama maka dapat terjadikerusakan pada hipokampus yang merupakan predisposisi untuk terjadinya depresi.

Penyakit asam lambung pada orang depresi terjadi karena pelepasan CRH secara terus menerus oleh hipotalamus. CRH akan merangsang hipopisis untuk mengsekresikan Adrenocorticotropic Hormone (ACTH).

Stress yang berlebihan akan menyebabkan timbulnya Anxietas (kecemasan) bahkan Depresi. Hal ini akan semakin memicu tubuh untuk memproduksi asam lambung secara berlebih melalui system syaraf otonom ( saraf tak sadar),  Produksi asam lambung yang berlebih inilah yang semakin menyebabkan peradangan lambung dan yang menyebabkan sakit maag.

Adminidkes10